Menu

Mode Gelap
Menolak Reduksi Makna Pendidikan: Kritik Tajam dan Solusi atas Wacana Pembubaran Program Studi Peran Komunikasi Eefektif Untuk Meningkatkan Kinerja Tim dalam Organisasi Punden Joko Dolog Tritik Masih Jadi Incaran Oknum Pelaku Spiritual Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

Budaya

Marak Ekskavasi ODCB Gelap di Nganjuk, Lingga Yoni Terbesar Nyaris Hilang

badge-check


					Petugas Dinas Porabudbar Nganjuk melakukan pengecekan kondisi Lingga Yoni usai disatroni orang tak dikenal (foto_sukadi) Perbesar

Petugas Dinas Porabudbar Nganjuk melakukan pengecekan kondisi Lingga Yoni usai disatroni orang tak dikenal (foto_sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id – Satu per satu, nasib obyek diduga cagar budaya atau ODCB di Kabupaten Nganjuk terancam keberadaannya. Terutama ODCB yang tersebar di pekarangan penduduk, kian hari kian memprihatinkan. Ancaman terjadi terhadap perusakan dan pencurian.

Salah satunya adalah ODCB berupa lingga dan yoni yang berada di tengah area persawahan, Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot.

Kondisi ODCB yang diduga peninggalan era Mataram Medang abad ke-10  ini, sudah beberapa kali terjadi percobaan pencurian dan perusakan.

Menurut keterangan S. Anto, warga setempat, terakhir kondisi Lingga dan Yoni terbesar di Nganjuk ini kembali menderita perlakuan serupa, seperti beberapa tahun silam.

“Pas sudah selesai (menggali,Red) baru datang kerumah, katanya cuma ingin menyelamatkan, bukan untuk memiliki,” kata Ketua RT Dusun Pojok, Desa Tanjungkalang.

Tidak tahunya, lanjut S. Anto, ada sekelompok orang yang mencoba untuk menggali dan merusaknya. Beruntung berhasil digagalkan oleh warga lantaran mereka tidak dapat menunjukkan surat tugas dari institusi terkait.

Anehnya, ketika ditanya soal surat tugas oleh warga, mereka berdalih telah mendapat perintah dari ghaib untuk memperlihatkan seluruh tubuh lingga yoni saja dan bukan untuk memiliki.

“Sempat saya tanya, apa sudah minta ijin. Dia bilang, kalau mendapat perintah dari ghaib,” lanjutnya.

Sukadi, Sekretaris TACB Kabupaten Nganjuk menyampaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk untuk lebih peduli terhadap nasib ODCB yang terlantar di perkarangan-perkarangan warga.

Juga disampaikan kepada BPK 11 Jawa Timur dan Dinas Porabudpar Nganjuk untuk segera meregistrasi agar selanjutnya dapat ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Bupati Nganjuk.

“Langkah yang segera dilakukan, diregistrasi dulu, kemudian dilakukan penyelamatan bersama warga desa setempat,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Porabudpar Nganjuk, Amin Fuadi menyampaikan, pihaknya akan berkerjasama dengan Pemerintah Desa Tanjungkalang untuk melakukan ekskavasi terhadap Lingga dan Yoni.

“Rencana kami angkat dan diperlihatkan seluruh bagian tubuh lingga dan yoni. Di atasnya dibangun atap dan pagar keliling,” kata Amin Fuadi.

Sayang sekali, keberadaan lingga yoni tersebut masih berada di tanah warga, sehingga perlu pembebasan lebih dulu.

Reporter: Sukadi

Editor: Deasy

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menolak Reduksi Makna Pendidikan: Kritik Tajam dan Solusi atas Wacana Pembubaran Program Studi

29 April 2026 - 00:03 WIB

Punden Joko Dolog Tritik Masih Jadi Incaran Oknum Pelaku Spiritual

3 April 2026 - 12:44 WIB

Menhir di Punden Joko Dolog (Foto_sukadi)

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

Trending di Budaya