Menu

Mode Gelap
Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

Budaya

Penjarahan Makam Kuna Ditemukan di Hutan Njalin Rejoso

badge-check


					Lokasi ditemukan perusakan makam kuna di Hutan Njalin Rejoso (Foto_Sukadi) Perbesar

Lokasi ditemukan perusakan makam kuna di Hutan Njalin Rejoso (Foto_Sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id – Pencurian isi makam terjadi di Hutan Njalin, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kondisi makam porak-poranda, sudah tidak berbentuk. Batu bata makam dan nisan tersebar kemana-mana di sekitar bekas galian. Kedalaman bekas galian sekitar 1 meter dengan luas sekitar 2 meter persegi.

Menurut mantan pegawai Perhutani, Suswanto, makam kuna yang dijarah ini merupakan makam Islam. Ini terlihat dari bentuk nisan. Selain menemukan bata besar dan nisan, pegawai perhutani bersama Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk atau Kotasejuk tersebut juga menemukan benda-benda kuna lain. Diantaranya, dua umpak, dua batu kalsidon, dan dua tugu pembatas.

“Bahwa di sini memang sudah ditetapkan oleh Perhutani bahwa ini sebagai situs, tapi dalam proses pembaharuannya tidak ada kegiatan baik untuk perawatan pemeliharaan dan sebagainya,” jelas Suswanto, Sabtu, 06 Desember 2025.

Komuniatas Kotasejuk identifikasi pencurian bekal kubur di Makam Kuna Alas Njalin Rejoso (Foto_Sukadi)

Buktinya, ini ditandai adanya Pal, yaitu tugu pembatas situs yang terbuat dari batu andesit. Ini menandakan bahwa dilakukan sebelum penataan yang terbaru yaitu pada tahun 70-80-an  “Tapi dari kajian kita hari ini ditemukan batu nisan dan umpak. Berarti dulunya pernah dibangun cungkup untuk melindungi makam. Hanya ini makam siapa tidak diketahui,” tegasnya.

Lanjut Suswanto, kegiatan perawatan dan pemeliharaan situs di area hutan tidak hanya terjadi di Hutan Njalin, namun Perhutani sudah melakukan hal yang sama di seluruh kawasan hutan . Tujuannya untuk menandai bahwa di lokasi tersebut ada peninggalan kuna yang harus diselamatkan.

“Bahkan, pada jaman Belanda sudah dilakukan, kalau di tengah hutan ditemukan makam kuna atau situs peninggalan bersejarah pasti ditandai dengan Pal,” pungkasnya.,

Dugaan, makam kuna ini dijarah oleh orang pencari harta karun yang memang sedang marak pada tahun-tahun 70-an hingga sekarang.  Mereka menggunakan detektor dan menyasar makam-makam kuna untuk mencari bekal kubur di dalamnya.

Reporter : sukadi

Editor: Deasy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

18 Desember 2025 - 23:59 WIB

Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud

18 Desember 2025 - 11:35 WIB

Trending di Budaya