Menu

Mode Gelap
Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

Budaya

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

badge-check


					Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba ditemukan di hutan tritik, Rejoso Nganjuk(foto_Sukadi) Perbesar

Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba ditemukan di hutan tritik, Rejoso Nganjuk(foto_Sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id – Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk atau Kotasejuk bakal kembali menggemparkan jagat maya dan nyata. Setelah beberapa bulan lalu viral dengan temuan fosil gajah purba Stegodon jenis Trigonocepalus terlengkap di Indonesia, kali ini salah seorang anggota Komunitas Kotasejuk, Suprianto kembali menemukan fosil yang diduga kuat cranium tengkorak manusia purba dari kawasan Hutan Tritik, Senin, 22 Desember 2025.

Fosil berukuran 7 x 7 sentimeter dengan tebal sekitar 7 – 9 millimeter tersebut ditemukan saat pria asal Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, mencari jamur liar di tengah hutan. Ketika melewati aliran sungai, Suprianto tanpa sengaja melihat benda aneh menyerupai batu pipih berwarna coklat kemerahan. Ternyata ketika diambil, benda pipih tersebut adalah tulang yang sudah membatu, mirip bagian paling atas dari kerangka kepala.

“Fosil saya foto, kemudian saya kirim ke Geologi Bandung, katanya benar fosil tengkorak manusia, tapi orangnya mau ke Nganjuk untuk membuktikan sendiri,” jelas Suprianto, Selasa, 30 Desember 2025.

Selanjutnya fosil dibawa pulang untuk diserahkan ke Museum Anjukladang.

Selain menemukan fosil yang diduga cranium tengkorak manusia purba, Suprianto juga membawa pulang beberapa fosil jenis binatang lain. Diantaranya, fosil kaki stegodon, fosil kepala kuda air, fosil bovidae, dan lain-lain.

Fosil jenis binatang ditemulkan satu lokasi dengan temuan fosil cranium manusia purba (foto_sukadi)

Aries Trio Effendy, pegawai Dinas Porabudpar Nganjuk bidang kebudayaan menyampaikan, fosil bagian tubuh manusia purba berupa cranium ini menjadi yang kali pertama ditemukan di Nganjuk. Namun demikian pihaknya masih menunggu rilis resmi dari Badan Geologi Bandung untuk memastikan apakah fosil tersebut benar-benar fosil bagian tengkorak manusia purba

“Bila benar fosil manusia purba, Nganjuk akan menjadi perhatian para peneliti dan perhatian dunia. Karena selama ini yang dicari-cari adalah fosil manusia purba, sehingga Nganjuk lengkap, temuan fosil binatang ada, tumbuhan ada, dan manusianya juga ada,” jelas Aries.

Reporter : Sukadi

Editor : Deasy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

18 Desember 2025 - 23:59 WIB

Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud

18 Desember 2025 - 11:35 WIB

TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

15 Desember 2025 - 11:35 WIB

Trending di Budaya