Nganjuk, anjukzone.id – Tim Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri melaksanakan inventarisasi dan identifikasi Monumen Polri Ngadiboyo, di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa, 18 November 2025. Inventarisasi dan identifikasi monumen tentang perjuangan polisi istimewa pada agresi Belanda kedua di wilayah Nganjuk utara tersebut dipimpin langsung oleh Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Bagas Uji Nugroho, S.I.K.. Kapusjarah Polri didampingi tim dari pejabat utama Pusjarah Polri, tenaga ahli dokumentasi 360°, anggota Biro SDM Polda Jatim, dan Polres Nganjuk memastikan kondisi fisik monumen, mendata ulang dan penguatan informasi sejarah agar dapat menjadi rujukan nasional.
Brigjen Pol. Bagas Uji Nugroho, S.I.K., mengatakan bahwa pendataan monumen merupakan bagian penting dari upaya menjaga warisan sejarah Polri.

“Monumen Ngadiboyo menyimpan cerita panjang pengabdian kepolisian di masa lalu. Melalui inventarisasi dan identifikasi ini, kami ingin memastikan bahwa sejarah tersebut terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., menyambut baik kegiatan inventarisasi dan identifikasi Monumen Polri Ngadiboyo.
Kapolres Nganjuk menegaskan komitmennya dalam menjaga situs-situs sejarah Polri sebagai langkah pelestarian nilai historis perjuangan Polri.
“Kami menyambut baik langkah Pusjarah Polri. Monumen Ngadiboyo merupakan simbol perjuangan dan pengabdian. Polres Nganjuk siap mendukung upaya pelestarian agar nilai historis ini tetap hidup dan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat,” kata Kapolres.
Inventarisasi ini membawa dampak positif bagi penyusunan data sejarah Polri secara nasional, sekaligus mendorong optimalisasi perawatan monumen agar tetap layak menjadi sarana edukasi publik.
Di lapangan, tim melakukan pendokumentasian detail menggunakan kamera 360°, pencatatan ulang fisik bangunan, hingga pengumpulan informasi pendukung untuk memperkaya arsip sejarah Polri.
Wakapolres Nganjuk bersama Kabag SDM, Kapolsek Rejoso, serta jajaran Bag SDM Polres Nganjuk turut mendampingi proses kegiatan.
“Sinergi ini menjadi langkah penting agar sejarah Polri tetap terawat dengan baik dan memberikan inspirasi bagi generasi penerus,” tandas salah satu pejabat Polres Nganjuk.
Sekadar diketahui bahwa monumen Polri Ngadiboyo dibangun untuk mengenang jasa perjuangan para polisi istimewa yang gugur mempertahankan kemerdekaan RI pada agresi Belanda kedua, 1949. Pada peristiwa berdarah itu sedikitnya ada 12 korban polisi gugur ditembak tentara Belanda, 3 orang anggota luka berat, dan dua lainnya berhasil meloloskan diri.
Reporter : Sukadi
Editor: DEasy









