Menu

Mode Gelap
Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

Birokrasi

Akibat Viral, Wawali Kota Palangkaraya Datang Ke Nganjuk Lihat Fosil Stegodon

badge-check


					Wakil Wali Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah Achmad Zaini mendatangi temuan fosil gajah purba stegodon di Museum Anjukladang (foto_sukadi) Perbesar

Wakil Wali Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah Achmad Zaini mendatangi temuan fosil gajah purba stegodon di Museum Anjukladang (foto_sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id Akibat dari melihat berita yang sedang viral di media sosial tentang penemuan fosil gajah purba Stegodon di Nganjuk, Wakil Wali Kota Palangkaraya nekad datang ke Museum Anjukladang Nganjuk.

Wakil Wali Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah Achmad Zaini ini datang bersama  rombongan langsung disambut Oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan didampingi oleh Kabid Kebudayaan Dinas Porabudpar Nganjuk Amin Fuadi pada Selasa, 4 November 2025.

Kepada Wakil Walikota Palangkaraya, Wakil Bupati Nganjuk menyampaikan bahwa kondisi temuan fosil stegodon sudah siap untuk dikirim ke Badan Geologi Bandung untuk dilakukan konservasi.

“Rencananya nanti dibuatkan dua replika, yang satu diletakkan di museum purba Tritik, dan satunya lagi diletakkan di lokasi penemuan,” jelas Trihandy.

Menurut Trihandy, temuan fosil gajah purba dari Hutan Tiritk, Kecamatan Rejoso ini terbilang paling lengkap sepanjang temuan fosil binatang purba yang ada di Nganjuk.

“Mulai dari tulang rahang, gading, tulang kaki, tulang ekor, tulang rusuk, dan masih banyak sudah ditemukan,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah Achmad Zaini menyampaikan bahwa di Kalimantan sulit untuk ditemukan fosil binatang purba. Selain struktur geologinya gambut, kondisi tananhnya terlalu asam. Sehingga berpengaruh terhadap proses fosilisasi tulang binatang purba.

“Kalau memang pernah ditemukan fosil tapi tidak bisa jadi fosil, karena tanahnya gambut dan tingkat keasamannya sangat tinggi,” terang Achmad Zaini.

Reporter : Sukadi

Editor : Deasy

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

18 Desember 2025 - 23:59 WIB

Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud

18 Desember 2025 - 11:35 WIB

Trending di Budaya