Menu

Mode Gelap
Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

Ekologi

Cerita Komunitas Kotasejuk Temukan Pohon Langka Kemenyan Putih di Nganjuk

badge-check


					Suprianto, anggota Kotasejuk orang yang pertama kali menemukan  pohon langka kemenyan putih di hutan lindung Tritik (foto_sukadi) Perbesar

Suprianto, anggota Kotasejuk orang yang pertama kali menemukan pohon langka kemenyan putih di hutan lindung Tritik (foto_sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id – Mengejutkan di Nganjuk Jawa Timur telah ditemukan pohon langka kemenyan putih di hutan lindung. Pertama kali, pohon kemenyan putih yang diduga telah berumur ratusan tahun tersebut ditemukan oleh komunitas pecinta sejarah dan ekologi Nganjuk atau Kotasejuk. Jumlahnya mencapai ratusan batang pohon yang masih berdiri tegak.

Suprianto, salah satu anggota Kotasejuk adalah orang yang pertama kali menyebut bahwa ratusan batang pohon berukuran besar tersebut adalah pohon kemenyan. Awalnya, pria yang juga menjadi juru pelihara peninggalan bersejarah di Kawasan Hutan Tritik Kecamatan Rejoso tersebut sedang melakukan penyelamatan benda kuno berupa guci peninggalan dinasti Yuan, abad ke-13.

“Awalnya ada petani porang nemu guci kuno, terus kami (Kotasejuk,Red) mendatang ke lokasi untuk memastikan masih ada kuna lain apa tidak,” jelas Suprianto.

Suprianto mendatangi lokasi temuan guci berbahan keramik bersama anggota Kotasejuk yang lain. Saat melakukan penggalian, terkumpul ada 5 buah guci yang masih utuh.

Hal yang mengejutkan di dekat lokasi temuan ada sebuah batang pohon besar mengeluarkan getah putih mengkilat yang sudah mengkristal. Ketika diambil, kristal-kristal tersebut kemudian dibakar. Ternyata benar dari kepulan asap yang keluar beraroma wangi persis aroma kemenyan pada umumnya.

Amin Fuadi, Ketua Kotasek saat melakukan penyelamatan pohon langka kemenyan putih di hutan lindung Tritik (fofo_sukadi)

“Di dekat lokasi temuan guci ada batang pohon besar keluar getahnya, terus kami ambil setelah dibakar  bau kemenyan. Tapi aromanya lebih wangi dibanding aroma kemenyan kuning,” tegasnya.

Suprianto lantas browsing data kemenyan dalam google, ternyata benar. Seluruh bagian pohon, mulai dari tekstur kulit dan bentuk batang, daun, buah, biji, hingga getah yang keluar memiliki kesamaan dengan data yang didapat dari google.

“Saya penasaran, kemudian browsing-browsing dalam google, ternyata ketemu, hasilnya sama persis dengan yang kami temukan,” katanya.

Salah satu pohon langka kemenyan putih di hutan lindung Tritik (foto_sukadi)

Sejak itu, Suprianto bersama anggota Kotasejuk meyakinkan jumlah batang pohon yang ada di Kawasan hutan lindung. Sedikitnya, ditemukan 200 batang pohon yang masih berdiri kokoh.

“Awalnya kami cek ketemu sekitar 50 batang, tapi sekarang sudah teridentifikasi ada 200 batang lebih,”  jelas Suprianto.

Ketua Kotasejuk Amin Fuadi menyayangkan pohon langka yang seharusnya dilindungi ternyata juga  banyak yang tumbang. Ia menduga kerusakan pohon kemenyan yang ditemukan di kawasan hutan lindung tersebut sengaja dirusak oleh oknum petani porang.

“Masalahnya di bawah pohon tersebut terlihat bekas penyemprotan pembasmi rumput dan pembakaran di area tanaman porang,” kata Amin Fuadi.

Yang lebih memprihatinkan dari ratusan pohon yang mati pada bagian pokok batangnya terdapat bekas dibakar dan disemprot obat pembasmi rumput. Sehingga perlahan batang pohon retak-retak daun mengering hingga akhirnya tumbang.

Agar tidak terlanjur punah komunitas Kotasejuk mengambil Langkah penyelamatan. Mereka mengumpulkan biji-biji pohon kemenyan untuk disemai kembali. Selanjutnya bibit-bibit kemenyan hendak ditanam kembali pada kawasan hutan lindung.

“Untuk mengantisi kerusakan lebih parah, komunitas kami melakukan penyelamatan dengan cara mengumpulkan biji-biji buah kemenyan yang jatuh, kemudia kami semia. Nantinya akan kami tanam lagi ke hutan lindung ini,” pungkasnya.

Reporter : Sukadi

Editor: Deasy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

18 Desember 2025 - 23:59 WIB

Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud

18 Desember 2025 - 11:35 WIB

Trending di Budaya