Menu

Mode Gelap
Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

Birokrasi

Tunggu Hasil Lab, Wabup Trihandy Perintahkan Pasang Barikade Limbah Liar Diduga B3 di Nganjuk

badge-check


					Trihandy Cahyo Saputro,  meninjau lokasi pembuangan limbah di tengah  hutan Dusun Lengkong Geneng, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen (foto_sukadi) Perbesar

Trihandy Cahyo Saputro, meninjau lokasi pembuangan limbah di tengah hutan Dusun Lengkong Geneng, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen (foto_sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id – Pembuangan limbah liar yang diduga bahan berbahaya dan beracun (B3) di sejumlah lokasi hutan KPH Jombang di Kabupaten Nganjuk langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, kontan meninjau lokasi pembuangan limbah di tengah  hutan Dusun Lengkong Geneng, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen pada Selasa sore, 23 September 2025.

Trihandy menuturkan, saat melintas di lokasi, dirinya mendapati warga mengambil karung berisi abu dari tumpukan limbah. Warga semula mengira isi karung tersebut merupakan pupuk. “Ini bahaya. Saya sudah komunikasi dengan tim kepolisian dan TNI. Sore ini lokasi harus sudah dibarikade, minimal diberi penanda khusus bahwa ini diduga limbah B3,” kata Trihandy.

Trihandy meminta kepada warga yang sempat mengambil untuk  dikembalikan pada saat itu juga. Sedikitnya sudah ada 6 karung yang sempat dibawa pulang, namun saat itu juga karung-karung yang berisi abu yang diduga limbah dari pabrik asal Surabaya tersebut sudah dikembalikan tiga karung, selebihnya ambrol di tengah jalan.

“Tadi saya melihat langsung, dia pas mengambil dua karung, jumlah sudah enam karung yang dibawa pulang, saya suruh mengembalikan semua, karena ini berbahaya,” tegasnya.

Guna memastikan kandungan unsur di dalam limbah, Trihandy melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk dan Provinsi Jawa Timur untuk mengecek kandungan limbah tersebut.

“Ini sedang proses dan tinggal menunggu hasil lab-nya, sehingga dapat diketahui apakah memang (limbah-red) berbahaya atau tidak,” katanya.

Ia menegaskan, selain di wilayah Kecamatan Jatikalen, temuan serupa juga terjadi di wilayah Lengkong, Patianrowo, dan Sukomoro.

Reporter : Sukadi

Editor : Deasy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

18 Desember 2025 - 23:59 WIB

Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud

18 Desember 2025 - 11:35 WIB

Trending di Budaya