Menu

Mode Gelap
Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud TACB Gresik Rekomendasikan 4 Objek di Kompleks Makam Puspanegara dan 3 Panji Sidayu Jadi Cagar Budaya Kabupaten

Birokrasi

Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Stimulan 338 Rumah Tidak Layak Huni

badge-check


					Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyalurkan 333 bantuan stimulan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (foto_asep) Perbesar

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyalurkan 333 bantuan stimulan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (foto_asep)

Nganjuk, anjukzone.id  – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, secara simbolis menyerahkan bantuan stimulan kepada 338 penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Senin 5 Mei 2025.

Acara dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Mas Handy, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Supardi, para camat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan 333 bantuan stimulan untuk perbaikan rumah tidak layak huni, dan 5 bantuan stimulan untuk pembangunan rumah baru yang layak huni. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 6,34 miliar,” ujar Kang Marhaen dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus implementasi amanat Pasal 28H Ayat 1 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk hidup sejahtera dan menempati tempat tinggal yang layak.

Data dari Dinas Perkim tercatat hingga akhir tahun 2024 masih terdapat 9.575 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Nganjuk. Kang Marhaen menargetkan seluruh backlog tersebut dapat diselesaikan dalam masa kepemimpinannya lima tahun ke depan.

“Harapannya, nanti melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), anggaran program ini dapat ditambah, sehingga dapat mencakup 20 hingga 25 rumah tambahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkim Supardi menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh hunian yang layak, sehat, dan aman. Selain mengurangi jumlah rumah tidak layak huni,

“Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” harap Supardi

Sebagai bagian dari upaya memperluas kepemilikan rumah, Pemkab Nganjuk juga menggelar pameran perumahan subsidi sebanyak 1.088 unit. Pameran ini ditujukan bagi ASN, PPPK, THL, karyawan pabrik, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan hunian yang layak dan terjangkau.

Program RTLH ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Nganjuk yang lebih sejahtera dan berkeadilan. (as/skd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

PWI Nganjuk Peduli Ekologi, Tanam Ribuan Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

18 Desember 2025 - 23:59 WIB

Ditemukan Sarkopagus Megalitukum di Hutan Tritik, TACB Nganjuk Segerakan Masuk Dapobud

18 Desember 2025 - 11:35 WIB

Trending di Budaya