Menu

Mode Gelap
Menolak Reduksi Makna Pendidikan: Kritik Tajam dan Solusi atas Wacana Pembubaran Program Studi Peran Komunikasi Eefektif Untuk Meningkatkan Kinerja Tim dalam Organisasi Punden Joko Dolog Tritik Masih Jadi Incaran Oknum Pelaku Spiritual Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

Birokrasi

Ucapan Bentuk Bibit Lebih Efektif, Kotasejuk Berharap Bupati Nganjuk Terpilih Pro Iklim

badge-check


					Kotasejuk memberikan ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih, Marhaen Djumadi dan Trihandy Cahyo Saputro dalam bentuk bibit buah klengkeng yang siap berbuah (foto_sukadi) Perbesar

Kotasejuk memberikan ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih, Marhaen Djumadi dan Trihandy Cahyo Saputro dalam bentuk bibit buah klengkeng yang siap berbuah (foto_sukadi)

Nganjuk, anjukzone.id – Halaman Pendopo Kabupaten Nganjuk mendadak dipenuhi ratusan bibit pohon. Bibit pohon dari berbagai jenis tanaman buah dan penghijauan tersebut menyusul pelantikan Bupati Nganjuk terpilih, Marhaen Djumadi dan wakilnya, Trihandy Cahyo Saputro periode 2025 – 2030.

Peristiwa ini menggantikan kebiasan pemberian ucapaan selamat dalam bentuk karangan bunga yang dinilai tidak efektif. Sehingga, ucapan selamat beralih kepada bibit tanaman agar memiliki nilai manfaat bagi penyelamatan lingkungan.

Salah satunya adalah Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk atau Kotasejuk yang lebih memilih memberikan ucapan dalam bentuk bibit buah klengkeng yang siap berbuah. Karena, bibit tanaman buah memiliki manfaat, selain menghasilkan nilai ekonomi juga ekologi.

Ketua Kotasejuk, Amin Fuadi mengapresiasi kebijakan ucapan selamat diganti dengan pemberian bibit tanaman. Pasalnya, kondisi iklim semakin ekstrim akibat dari ulah manusia.

Halama pendopo penuh ucapan dalam bentuk bibit buah dari sejumlah lembaga pendidikan di Nganjuk (foto_sukadi)

“Kami menganggap ini lebih bermanfaat untuk masa depan. Bukan berarti ucapan dalam wujud karangan bunga tidak baik, namun ucapan selamat dalam bentuk pemberian bibit adalah lebih baik,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau mau menyadari dan memahami kondisi iklim yang semakin ekstrim, kondisi suhu sehari-hari semakin panas, peningkatan derajat panas terus bertambah, ketersediaan air permukaan maupun air tanah pada saat kemarau semakin berkurang, bencana banjir dan tanah longsor pada saat musim penghujan terus terjadi.

“Hal itu semua adalah akibat adanya perubahan iklim yang disebabkan oleh perubahan kondisi alam akibat ulah manusia,” lanjut Amin Fuadi.

Di sejumlah area hutan di nganjuk telah terjadi kerusakan parah. Tidak hanya hutan produksi, hutan lindung dan kawasan perlindungan setempat pun banyak yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan.

“Bagaimana perusakan hutan maupun kawasan hijau bahkan hutan lindungpun telah banyak dirusak sebagai akibat keserakahan manusia dengan dalih ekonomi,” tambahnya.

Itulah sebabnya ucapan selamat dalam bentuk pemberian bibit akan dapat mempengaruhi kebijakan Bupati dan Wakil Bupati agar pro iklim, mengembalikan iklim seperti jaman dahulu yang mana sumber mata air terus mengalir, ketersedian air permukaan dan bawah tanah terus terjaga, hawa sejuk, sering hujan dengan intensitas aman karena perubahan suhu yang mempengaruhi perubahan tekanan udara dan berakibat pada munculnya angin tidak demikian besar. Amplitudo suhu siang hari dan malam hari tidak terlalu jauh sehingga Nganjuk menjadi daerah yang benar-benar nyaman dan aman secara iklim.

“Kotasejuk berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih dalam kebijakannya agar lebih pro iklim guna menyelamatkan lingkungan,” pungkasnya.

Reporter: Sukadi

Editor: Dea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menolak Reduksi Makna Pendidikan: Kritik Tajam dan Solusi atas Wacana Pembubaran Program Studi

29 April 2026 - 00:03 WIB

Punden Joko Dolog Tritik Masih Jadi Incaran Oknum Pelaku Spiritual

3 April 2026 - 12:44 WIB

Menhir di Punden Joko Dolog (Foto_sukadi)

Komunitas Kotasejuk Temukan Fosil, Diduga Cranium Tengkorak Manusia Purba

30 Desember 2025 - 09:32 WIB

Terpilih Jadi Ketua DPC PDIP Nganjuk 2025 – 20230, Marhaen Djumadi Hendak Evaluasi Kinerja Partainya

21 Desember 2025 - 22:27 WIB

Museum Tritik: Apa yang Diungkapkan Bumi, Kita Bertanggung Jawab untuk Melestarikannya

20 Desember 2025 - 00:52 WIB

Trending di Budaya